Sabtu, 31 Desember 2016

Manusia Sebaga Makhluk Sosial



Dalam kehidupan sehari-hari kita sebagai manusia tidak lepas dari pengaruh orang lain. Contohnya  ketika anda pergi ke sekolah , tidak bisa dengan seenaknya berpakaian menurut kehendak anda sendiri. Anda ahrus tunduk dan patuh terhadap peraturan yang berlaku di suatu tempat atau di dalam masyarakat.
 Manusia dikatakan mahluk sosial yaitu mahluk yang di dalam hidupnya tidak bisa melepaskan diri dari pengaruh manusia lain. Manusia dikatakan mahluk sosial, juga di karenakan pada diri manusia ada dorongan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain. Ada kebutuhan sosial(social need) untuk hidup berkelompok dengan orang lain. . Selalu akan terjadi suatu interaksi di dalam kehidupan manusia dalam bermasyarakat tentunya.  seringkali didasari oleh kesamaan ciri atau kepentingan masing-masing.
            Manusia dikatakan juga sebagai mahluk sosial karena manusia tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia. Ketika bayi lahir, ia memerlukan pertolongan manusia lain. Beda dengan hewan, jerapah misalnya, ketika binatang ini lahir hanya dalam beberapa menit saja ia sudah bisa berdiri tegak dan berjalan mengikuti induknya. Karena untuk mempertahankan dirinya hewan di bekali insting. Insing atau naluri adalah sesatu yang sejak lahir, yang diperoleh bukan memalui proses belajar.
Manusia berbeda dengan hewan, untuk mempertahankan hidupnya dia dibekali dengan akal. Insting yang dimiliki manusia sangat terbatas, ketika bayi lahir misalnya, ia hanya bisa memiliki insting menangis. Bayi lapar maka ia akan menangis dan saat bayi sedang pipis. Namun potensi yang ada dalam diri manusia itu hanya mungkin berkembang bila ia hidup dan belajar di tengah-tengah manusia. Untuk bisa berjalan saja manusia harus belajar dari manusia lainnya.
Jadi itulah sedikit uraian tentang manusia sebagai makhluk sosial. Kita di ciptakan selalu berdampingan, itu akan membuat manusia selalu membutuhkan orang di sekitarnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar