Manusia sebagai
makhluk berbudaya. Budaya merupakan suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh
sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi.[1] Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit,
termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.[1] Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan
dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan
secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasidengan orang-orang yang berbeda budaya, dan menyesuaikan
perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.[1]
Karena sifat akal manusia yang
unik maka akhirnya setiap kelompok akan membuat suatu ciri khas tersendiri dan
akhirnya berbagai macam budaya pun terbentuk.
Sebagai
catatan bahwa dengan pikirannya, manusia mendapatkan ilmu pengetahuan. Dengan
kehendaknya, manusia mengarahkan perilakunya dan dengan perasaannya manusia
dapat mencapai kebahagiaan. Tujuan dari pemahaman bahwa manusia sebagai makhluk
budaya, agar dapat dijadikan dasar pengetahuan dalam mempertimbangkan dan
mensikapi berbagai problematik budaya yang berkembang dimasyarakat sehingga
manusia tidak semata-mata merupakan makhluk biologis saja, namun juga sebagai
makhluk sosial, ekonomi, politik, dan makhluk budaya.
Contoh-contoh yang menentukan manusia
sebagai makhluk berbudaya, misalnya kebiasaan masyarakat untuk mengadakan
sholawatan dalam rangka menyambut maulid nabi besar Muhammad SAW, budaya bau
nyale di wilayah Nusa Tenggara Barat, saweran pada acara pernikahan, dan
berbagai macam budaya lain di Nusantara ini yang sampai sekarang masih tetap
dilaksanakan karena kepercayaan mereka kepada nenek moyang mereka sekaligus
sebagai bukti bahwa manusia adalah makhluk berbudaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar