Allah
telah menciptakan manusia dengan banyak fungsi dan kegunaan, salah satunya
yaitu sebagai makhluk peniliti dengan landasan surah al’alaq ayat 1-5.
Artinya : “Dengan nama Allah Maha Pengasih Maha
Penyayang. (1) Bacalah (nyatakanlah) dengan nama Tuhan mu yang telah
menciptakan (segala sesuatu di alam semesta ini). (2) Yang telah menciptakan
manusia dari segumpal darah beku. (3) Bacalah (umumkanlah !) dan Tuhanmulah
yang Maha pemurah. (4) yang mengajarkan dengan pena. (5) Mengajarkan kepada
manusia apa yang tidak diketahuinya”.
Dari
ayat ini manusia dapat meneliti apa- apa yang ada di alam
dengan dasar membaca terlebih dahulu. karena membaca merupakan dasar
untuk mennguasai suatu wawasan.
Jika kita bicara tentang manusia sebagai makhluk peneliti.
Manusia memang telah menjadi peneliti yang paling ulung. Semua hal yang ada
sekarang, semua yang kita nikmati sekarang adalah hasil-hasil dari penelitian
yang dilakukan manusia berpuluh-puluh tahun bahkan ratusan tahun. Namun sebagai
makhluk Allah, kita tidak hanya menjadi kaya dalam hasil penelitian dalam
duniawi. Ada kalanya kita harus tetap mengkaji islam sampai kita mengerti betul
dan memahami apa yang menjadi kehendaknya dan apa yang menjadi larangannya.
Namun, dalam kehidupan sekarang dapat kita lihat bagaimana sikap manusia sendiri. Mereka lebih menyakini apa yang disebutkan oleh para pakar-pakar dalam keilmuan mereka masing-masing tanpa menelaahnya kembali. Tentu dengan alquran dan hadist. Dengan begitu kita dapat akan mendapat ilmu yang benar-benar bermanfaat.
Tahukah kalian, mengapa hampir semua peneliti yang sudah menemukan hasil telitiannya memutuskan untuk masuk islam? Karena mereka telah mendapat rahmat dan dibukakan hatinya oleh Allah dengan cara mereka mengetahui kebenaran yang sebenar-benarnya dari Al-Qur'an dan As-sunnah yang mereka coba cocokkan. Masih ingatkah firman Allah yang berbunyi.
Namun, dalam kehidupan sekarang dapat kita lihat bagaimana sikap manusia sendiri. Mereka lebih menyakini apa yang disebutkan oleh para pakar-pakar dalam keilmuan mereka masing-masing tanpa menelaahnya kembali. Tentu dengan alquran dan hadist. Dengan begitu kita dapat akan mendapat ilmu yang benar-benar bermanfaat.
Tahukah kalian, mengapa hampir semua peneliti yang sudah menemukan hasil telitiannya memutuskan untuk masuk islam? Karena mereka telah mendapat rahmat dan dibukakan hatinya oleh Allah dengan cara mereka mengetahui kebenaran yang sebenar-benarnya dari Al-Qur'an dan As-sunnah yang mereka coba cocokkan. Masih ingatkah firman Allah yang berbunyi.
وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَآَمَنَ مَنْ فِي الْأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًا أَفَأَنْتَ تُكْرِهُ النَّاسَ حَتَّى يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ
.
“Dan
jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi
seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi
orang beriman semuanya”[1] (QS: Yunus: 99)
Sebagai contoh
adalah kebenaran yang telah dibuktikan oleh salah satu lembaga antariksa
tebersar kita saat ini, NASA. Yaitu, bahwa benar adanya matahari akan terbit
dari barat. Adalah seorang ilmuwan fisika ukrain. Dimitri Bolykov yang akhirnya
diberikan rahmat oleh Allah. Beliau menyatakan keislamannya setelah menemukan
bahwa putaran poros bumi kelak akan berbalik arah ini sesuai dengan sebuah
hadist yang berbunyi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar